Borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang ditandai dengan perasaan, mood dan perilaku yang tidak menentu. Pasien biasanya memiliki masalah dengan emosi dan pikiran; kadang, mereka memiliki perilaku ceroboh yang menyebabkan hubungan yang tidak stabil. Borderline personality disorder umumnya terjadi pada masa remaja atau masa awal dewasa.
Apa saja tanda-tanda dan gejala dari borderline personality disorder?
Tidak mudah untuk membedakan gejala borderline personality disorder dari kelainan mental lainnya. Namun umumnya, borderline personality disorder dapat didiagnosis dengan tanda-tanda dan gejala berikut:
- Orang-orang dengan borderline personality disorder biasanya memiliki ketakutan serius terhadap pengabaian atau ditinggal. Mereka kadang memiliki reaksi ekstrem, seperti panik, depresi, marah atau tindakan heboh jika merasa atau benar-benar ditinggalkan.
- Mereka tidak dapat menjaga hubungan dengan stabil, bahkan dengan keluarga, teman atau orang-orang terdekat. Mereka sering menyebabkan masalah di hubungan tersebut dengan mengidealisasikan seseorang dan kemudian membenci atau marah terhadap orang tersebut secara tiba-tiba.
- Mereka cepat berubah terhadap emosi, nilai-nilai, perasaan, tujuan yang terkait dengan identitas diri dan gambar diri. Pasien tidak menghargai diri mereka atau merasa mereka tidak ada.
- Perilaku yang impulsif dan kadang berbahaya, seperti berjudi, menghamburkan uang, hubungan seksual yang tidak aman, penyalahgunaan obat-obatan, berkendara dengan sembarangan, binge eating atau menghentikan kesuksesan secara tiba-tiba, seperti menghentikan pekerjaan atau hubungan yang positif.
- Perilaku ingin bunuh diri yang berulang atau merusak diri sendiri, seperti menyayat urat nadi, sebagai respon terhadap ketakutan akan perpisahan atau penolakan.
- Mood yang intens dan mudah berubah, dengan masing-masing episode berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari yang dapat mencakup kebahagiaan yang intens, kekesalan, malu atau gelisah.
- Sering merasa hampa atau bosan.
- Kemarahan yang tidak pantas, intens, sinis, memiliki pertengkaran fisik
- Memiliki pikiran paranoid yang terkait stress atau gejala disosiatif yang serius, seperti merasa terpisah dari diri sendiri, mengamati diri sendiri dari luar tubuh, atau kehilangan hubungan dengan realita.
